Rabu, 18 Maret 2015

"Mantan" .

Asmara Nepi Asa

Jalinan asmara yang berjalan dari waktu ke waktu dengan berbalut kasih sayang.Kau pujangga hati yang baru saja meninggalkan relung hati ini.
Ciku ..?? sayang..? Kemana sapamu yang dulu kala selalu terucap untukku? Betapa hebatnnya kau terkenang dibenakku.Kau yang selalu khawatir padaku,bertanya kesana kemari untuk mengetahui keadaanku saat kamu tak bisa melihatku.
 Tidak hanya sedetik,semenit diri ini bersamamu.Namun cukup lama kau mengisahkan cerita hingga kini tinggalah kenangan yang terbingkai oleh jiwaku. Banyak rintangan yang menerpa kita.Namun ku ingat kau yang senantiasa untuk mau mengalah demi mendapatkan kesetiaanku.
Tidak bisa kupungkiri sulitnya melupakan kenangan-kenangan kita.Dari awal kita kenal hingga kamu menaruh rasa indah untukku sampai pada hatiku terpikat olehmu.Asmara yang terajut bagaikan sinyal operator berjalan putus`nyambung`putus`nyambung` lalu kini putus kembali.
Melihatmu ditiap galeriku seakan kamu masih kumiliki bersama bayangan disaat kita jalan bersama,saling canda tawa,kamu datang hanya dengan suara melodi disaat sunyi malam,kita banyak bincang suka cita cerita,dan yang paling mengesankan dijiwa ini adalah disaat kamu minta hati ini untuk kembali. Kau membujukku hingga seperjuanganmu tanpa melihat rasa malumu ditengah keramaian. Karena keinginanmu untuk menjalin secara serius dan setia menungguku sampai aku siap untuk kau pinang. Sampai dulupun kau pernah katakan impian-impian bersamaku hingga menjadi pasangan suci dan tak terlepas sampai nanti kita waktunya untuk kembali,dan dirumah kita “surga firdaus”.
  

Selasa, 17 Maret 2015

laporan studytour di BALI




Laporan Studytour Ke Pulau Bali
Tari Barong

Disusun Oleh :
1.     Maulia Indah Eka Aryanti  (21)
2.     Su’adul Malihah               (36)
KELAS : XI AK I



SMK NEGERI 1 DEMAK
JL.Sultan Trenggono no.87 Telp.( 0291)685519,682017 Demak 59516
Fax:(0291)685519 (Website:smkn1demak.co.cc)
                                    (e-mail:smkn1demak@yahoo.com)

 

KATA PENGANTAR


Segala Puji bagi Allah yang telah membantu kami menyelesaikan tugas berupa laporan studytour ke Bali yang dilaksanakan pada tanggal 02 Januari 2015 sampai 06 Januari 2015 lalu.
Kepada Bapak Subkhan selaku kepala sekolah yang telah mensetujui peyelenggaraan studytour kelas XI di Pulau Bali.Kemudian kepada Bapak Alif Tahudi yang telah membimbing kami dengan matapelajaran Bahasa Indonesia dan memberikan tugas berupa laporan studytour ke Bali sangatlah mendorong kami dalam menuliskan segala sesuatu yang kami peroleh sebagai wawasan berupa pengalaman indah dan menjadi wacana yang menarik dan bermanfaat nanti.
Kami sekelompok dengan segenggam harapan untuk ada sebuah manfaat yang dapat pembaca peroleh setelah menyimak laporan kami ini. Namun tidak hilang dari kekurangan tulisan kami baik dari ejaan,penggunaan bahasa,penjabaran dan sebagainya kami mohon maaf yang sebanyak banyaknya.




Penyusun
Maulia Indah Eka Aryanti
Su’adul Malihah







DAFTAR ISI





BAB 1

PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Asal usul sejarah Tari Barong  merupakan salah satu peninggalan kebudayaan Pra Hindu yang menggunakan boneka berwujud binatang berkaki empat atau manusia purba yang memiliki kekuatan magis.Diduga kata barong berasal dari kata bahrwang atau diartikan beruang, seekor binatang mythology yang mempunyai kekuatan gaib, dianggap sebagai pelindung. Tetapi di Bali pada kenyataannya Barong tidak hanya di wujudkan dalam binatang berkaki empat akan tetapi ada pula yang berkaki dua. Topeng Barong dibuat dari kayu yang diambil dari tempat-tempat angker seperti kuburan, oleh sebab itu Barong merupakan benda sakral yang sangat disucikan oleh masyarakat Hindu Bali.
Pertunjukan tari ini dengan atau tanpa lakon, selalu diawali dengan demonstrasi pertunjukan yang diiringi dengan gamelan yang berbeda-beda seperti gamelan Gong Kebyar, gamelan Babarongan, dan gamelan Batel.

B.     Tujuan

1.      Untuk mengetahui asal usul dari seni tari Barong yang ada di Pulau Bali
2.      Untuk menambah wawasan sebagai salah satu budaya Indonesia yang masih dilestarikan hingga di era globalisasi ini

C.    Manfaat

1.      Sebagai pembelajaran ilmu budaya yang ada di Tanah Air Indonesia
2.      Sebagai intropeksi diri untuk lebih mencintai budaya Indonesia

D.    Rumusan Masalah

1.      Bagaimana sejarah kesenian tari barong?
2.      Apa saja isi cerita tari barong pada saat studytour?



BAB II

PEMBAHASAN

A.     Sejarah Tari Barong

Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.
Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Macan, Barong Landung. Namun, di antara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan tarian cukup lengkap. Kostum Barong Ket umumnya  menggambarkan perpaduan antara singa, harimau, dan lembu. Di badannya dihiasi dengan ornamen dari kulit, potongan-potongan kaca cermin, dan juga dilengkapi bulu-bulu dari serat daun pandan. Barong ini dimainkan oleh dua penari (juru saluk/juru bapang): satu penari mengambil posisi di depan memainkan gerak kepala dan kaki depan Barong, sementara penari kedua berada di belakang memainkan kaki belakang dan ekor Barong.
Secara sekilas, Barong Ket tidak jauh berbeda dengan Barongsai yang biasa dipertunjukkan oleh masyarakat Cina. Hanya saja, cerita yang dimainkan dalam pertunjukan ini berbeda, yaitu cerita pertarungan antara Barong dan Rangda yang dilengkapi dengan tokoh-tokoh lainnya, seperti Kera (sahabat Barong), Dewi Kunti, Sadewa (anak Dewi Kunti), serta para pengikut Rangda.

 







B.     Isi Cerita Tari Barong


Salah satu Barong yang kita tonton dari berbagai macam Tari Barong di Bali adalah Barong Ket
Barong Ket
Barong Ket atau Barong Keket adalah tari Barong yang paling banyak terdapat di Bali dan paling sering dipentaskan serta memiliki pebendaharaan gerak tari yang lengkap. Dari wujudnya, Barong Ket ini merupakan perpaduan antara singa, macan, sapi atau boma. Badan Barong ini dihiasi dengan ukiran-ukiran dibuat dari kulit, ditempel kaca cermin yang berkilauan dan bulunya dibuat dari perasok (serat dari daun sejenis tanaman mirip pandan), ijuk atau ada pula dari bulu burung gagak.
1.      Budaya Tari Barong

Gaya hidup masyarakat Bali diungkapkan dalam tarian mereka. Tidak hanya kita belajar tentang agama orang Bali dari kreasi tarian mereka, tetapi juga kita dapat memahami aliran kegiatan budaya dan kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam kehidupan sehari-hari. Esensi dari budaya Bali adalah tari dan drama, yang diadakan selama festival kuil dan dalam upacara-upacara. Tarian dilakukan di hotel-hotel adalah sebagian kecil dari apa yang tari Bali yang ditawarkan. Tari Bali berjalan jauh ke belakang sejarah Bali yang ditulis dengan banyak warisan yang berasal dari Jawa.Tari memenuhi sejumlah fungsi tertentu: Ini mungkin sebuah saluran untuk mengunjungi dewa-dewa atau setan, para penari bertindak sebagai semacam hidup repositori. Ini mungkin sebagai selamat datang untuk mengunjungi para dewa. Di blog ini, saya akan membahas mengenai sedikit kebudayaan yang berasal dari Bali. Di bali, banyak sekai kebudayaan yang kita ketahui, saah satunya adalah tarian. Tarianpun banyak macamnya. salah satunya adalah tari barong. Barong merupakan sebuah karakter daam mitoogi Bali. Barong adalah raja dari roh dan melambangkan kebaikan. Dalam sebuah pertunjukkan biasanya barong sering ditampilkan sebagai seekor singa.
Tari barong menceritakan sebuah pertarungan antara yang baik dan jahat. Tarian ini adalah contoh klasik dari daerah Bali yang menghasilkan sebuah mitos dan sejarah yang tercampur menjadi satu kenyataan. Barong adalah binatang purbakala melukiskan kebajikan dan Rangda adalah binatang purbakala yang maha dahsyat menggambarkan kebatilan.
2.       Urutan dalam Tari Barong

            Gending Pembukaan: Barong dan kera sedang berada di dalam hutan yang lebat. Kemudian muncullah tiga orang yang bertopeng menggambarkan tiga orang yang sedang membuat tuak ditengah-tengah hutan, yang mana anaknya telah dimakan oleh harimau. Ketiga orang itu sangat marah dan menyerang harimau : (Barong) itu dan dalam perkelahian ini hidung salah seorang dari ketiga orang itu digigit oleh kera.
            Babak Pertama : Dua orang penari muncul dan mereka adalah pengikut-pengikut Rangda sedang mencari pengikut Dewi Kunti yang sedang dalam perjalanan untuk menemui patihnya.

            Babak Kedua : Pengikut-pengikut Dewi Kunti tiba. Salah seorang dari pengikut Rangda berubah rupa menjadi setan (semacam Rangda) dan memasukkan roh jahat kepada pengikut Dewi Kunti yang menyebabkan mereka bisa menjadi marah. Keduanya menemui Patih dan bersama sama menghadap Dewi Kunti.

           
Babak ketiga : Muncullah Dewi Kunti dan anaknya Sadewa dan Dewi Kunti telah berjanji kepada Rangda untuk menyerahkan Sadewa sebagai korban. Sebenarnya Dewi Kunti tidak sampai hati mengorbankan anaknya Sadewa kepada Rangda tetapi setan (semacam Rangda) memasukkan roh jahat kepadanya yang menyebabkan Dewi Kunti bisa menjadi marah dan tetap berniat mengorbankan anaknya kepada Patihnya untuk membuang sadewa kedalam hutan dan patih inipun tidak luput dari kemauskan roh jahat oleh setan itu sehingga sang Patih dengan tiada perasaan kemanusiaan menggiring Sadewa kedalam hutan dan mengikatnya dimuka Isatana Sang Rangda.

            Babak keempat: Turunlah Dewa Siwa memberikan keabadian hidup kepada Sadewa dan kejadian ini tidak diketahui oleh Rangda. Kemudian datanglah Rangda untuk mengoyak-ngoyak dan membunuh Sadewa tetapi tidak dapat dibunuhnya karena kekebalan yang dianugrahkan oleh Dewa Siwa. Rangda menyerah kepada Sadewa dan memohon untuk diselamatkan agar dengan demikian dia bisa masuk sorga. Permintaan ini dipenuhi oleh Sadewa. Sang Rangda mendapat Sorga.

            Babak kelima: Kelika salah seorang pengikut Rangda mengahadap kepada Sadewa untuk diselamatkan juga tetapi ditolah oleh Sadewa. Penolakan ini menimbulkan perkelahian dan Kalika berubah rupa menjadi babi hutan dan didalam pertarungan menjadi burung tetapi tetap dikalahkan. Dan akhirnya kalika (Burung) berubah rupa lagi menjadi Rangda. Oleh karena saktinya Rangda ini maka Sadewa tidak dapat membunuhnya dan akhirnya Sadewa berubah menjadi Barong karena sama saktinya maka pertarungan antara Barong melawan Rangda ini tidak ada yang menang dan dengan demikian pertaruangan dan perkelahian ini berlansung terus abadi. Kebajikan melawan kebatilan. Kemudian mundullah pengikut pengikut Barong masing masaing dengan kerisnya yang hendak menolong Barong dalam pertarungan melawan Rangda. Mereka ini semuanya pun tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda.


BAB III

PENUTUP

1.      Kesimpulan

Barong Ket atau Barong Keket adalah tari Barong yang paling banyak terdapat di Bali dan paling sering dipentaskan serta memiliki pebendaharaan gerak tari yang lengkap. Dari wujudnya, Barong Ket ini merupakan perpaduan antara singa, macan, sapi atau boma. Badan Barong ini dihiasi dengan ukiran-ukiran dibuat dari kulit, ditempel kaca cermin yang berkilauan dan bulunya dibuat dari perasok (serat dari daun sejenis tanaman mirip pandan), ijuk atau ada pula dari bulu burung gagak.

2.      Saran

Ø  Kita sebagai pemuda penerus bangsa Indonesia harus membudidayakan dan membudidayakan  Tarian Barong khas dari Bali, Jangan sampai negara lain mengambil tarian ini sudah banyak tarian yang diambil oleh negara lain.
Ø  Mengenalkan seni / kebudayaan Indonesia kepada anak-anak sekolah bertujuan memberikan gambaran betapa kaya negeri kita akan kebudayaan diharapkan nantinya dapat terjaga dan melestarikan kebudayaan tersebut.
Ø  Tarian ini banyak di tonton oleh para pelajar, jadi tariin ini harus menuangkan sikap dan moral yang positif yang baik untuk di tiru oleh para pelajar atau kita bisa mengambil hikmah dan maknanya untuk menjadi pemuda yang bermanfaat bagi anak bangsa zaman sekarang.




LAMPIRAN

                                                            
            
     

Edisi GEGANA :'(



tapi tetap kunikamati indahnya hari tanpa tambatan hati. aku ingin menjadi setitik awan kecil dilangit bersama mentari. walaupun aku masih sendiri tapi aku masih ada cinta dihati. kadang aku merindukan  .ingin kucurahkan semua, hasrat dijiwa yg telah lama kupendam

Senin, 09 Maret 2015

Mengabstraksi Teks Eksplanasi

“Penyaluran Kuman”
          Kuman adalah organisme kecil seperti virus, bakteri, jamur, protozoa mikroskopik jahat yang dapat menyebabkan suatu penyakit atau gangguan kesehatan. Pada saat bangun tidur hingga sampai kita tidur kembali,dan selama kurang lebih 18 jam tubuh kita aktif melakukan berbagai macam kegiatan. Lalu berapa banyak kuman yang telah disalurkan pada tubuh kita. Sehingga tubuh rentan terserang penyakit. Seperti diare,flu,penyakit kulit ataupun penyakit lainnya.
          Penularan kuman bisa terjadi pada transfusi darah. Transfusi darah merupakan kegiatan menyalurkan darah melalui jarum suntik. Hal itu dapat terjadi apabila jarum suntik yang digunakan tidak steril dan sudah pernah digunakan berlang-ulang pada orang yang berbeda-beda.
          Dengan melakukan olahraga teratur,menjaga kebersihan,dan memperhatikan pola makan. Menjadikan seseorang yang selalu tampak fit dan sehat dan memiliki prinsip “ No Virus” dan melawan kuman dengan mencuci tangan seusai kegiatan. Ungkapan tersebut akan selalu menyemangati kita bahwa pentingnya kebersihan dan mahalnya mempunyai tubuh sehat.


MENGONVERSI TEKS EKSPLANASI “PENYALURAN KUMAN” MENJADI SEBUAH KARYA PUISI
Bintik Nepa Menjulang Raga
Karya: Maulia Indah Eka Aryanti

Menghirup udara dipagi buta
Serantai makanan mengawali
Sejuknya udara alam pun tampak mempesona
Ketika mampu tegak berdiri
            Fatamorgana kala terlihat
            Mensiasati jiwa meronta
            Beberapa insan tak menyangka
            Namun bukanlah bumi jadi tersangka
Jauh jauh hingga waspada
Datangmu hanya parasit tubuh
Dari kecil tak kasat mata
Hingga gumpalan menggerogoti jiwa
            Dimanapun kau kutemui
            Tidak jua hanya detik menit
            Kau selalu ada tapi kau meresahkan
            Yang menempel pada benda-benda
Tak tersadar oleh kita
Dia melalui tangan,rongga lalu menyebar
Mencegah itu solusiku

Agar kau tidak menjadi sebab kala terjatuh sakit

TEKS EKSPLANASI

Teks Eksplanasi

Penyaluran Kuman
          Kehidupan sosial tidak jarang berkecimpung dengan transaksi-transaksi,dan hampir menjadi kegiatan rutinitas sehari-hari. Sehingga banyak melibatkan uang berpindah-pindah. Tak jarang kita melihat dan bahkan mengalami sendiri badan kita terserang kuman. Kuman adalah organisme kecil seperti virus, bakteri, jamur, protozoa mikroskopik jahat yang dapat menyebabkan suatu penyakit atau gangguan kesehatan.
            Pada saat bangun tidur hingga sampai kita tidur kembali. Selama kurang lebih 18 jam tubuh kita aktif melakukan berbagai macam kegiatan. Misalnya kita sudah bekerja dan berprofesi sebagai pegawai bank dibagian administrasi atau pembukuan pasti kita seringkali memegang uang.
            Lalu berapa banyak kuman yang telah disalurkan kedalam tubuh kita. Beberapa orang tidak jelih dengan memperhatikan kebersihan. Sehingga tubuh rentan terserang penyakit. Seperti diare,flu,penyakit kulit atau penyakit lainnya. Penularan kuman juga terjadi pada transfusi darah. Transfusi darah ialah kegiatan menyalurkan darah melalui jarum suntik. Hal itu dapat menimbulkan bakteri apabila jarum suntik yang digunakan tidaak steril atau sudah digunakan oleh orang secara bergantian.
            Seperti halnya penggunaan narkotika melalui jarum suntik yang saling bergantian,hal tersebut sangat dipastikan bahwa jarum suntik yang digunakan terinfeksi virus atau kuman. Terutama darah akan terserang racun yang berakibat fatal pada pengguna narkoba. Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Jika seseorang yang telah mengkonsumsi narkoba,maka ia perlu rehabilitasi untuk memulihkan kondisi fisik,psikologi,maupun batinnya. rehabilitasi narkoba adalah sebuah tindakan represif yang dilakukan bagi pencandu narkoba. Sedangkan kecanduan sendiri memiliki arti keterlibatan terus-menerus dengan sebuah zat atau aktivitas meskipun hal-hal tersebut mengakibatkan konsekuensi negatif.

            Suatu penyakit pasti ada sebabnya. Tidakkah kita menyadari pentingnya kondisi tubuh kita agar selalu fit dan sehat. Dengan melakukan olahraga teratur, menjaga kebersihan,dan juga pola makan. Menjadi seseorang yang selalu tampak fit dan sehat mempunyai prinsip “ No Virus” dan akan melawan kuman dengan mencuci tangan menggunakan sabun.Ungkapan tersebut akan selalu menyemangati kita bahwa pentingnya kebersihan dan mahalnya mempunyai tubuh sehat. Namun akan mudah jika kita dapat mencegah datangnya virus pada tubuh kita.