Asmara Nepi Asa
Jalinan asmara yang berjalan dari waktu ke waktu dengan berbalut
kasih sayang.Kau pujangga hati yang baru saja meninggalkan relung hati ini.
Ciku ..?? sayang..? Kemana sapamu yang dulu kala selalu terucap
untukku? Betapa hebatnnya kau terkenang dibenakku.Kau yang selalu khawatir
padaku,bertanya kesana kemari untuk mengetahui keadaanku saat kamu tak bisa
melihatku.
Tidak hanya sedetik,semenit
diri ini bersamamu.Namun cukup lama kau mengisahkan cerita hingga kini
tinggalah kenangan yang terbingkai oleh jiwaku. Banyak rintangan yang menerpa
kita.Namun ku ingat kau yang senantiasa untuk mau mengalah demi mendapatkan
kesetiaanku.
Tidak bisa kupungkiri sulitnya melupakan kenangan-kenangan kita.Dari
awal kita kenal hingga kamu menaruh rasa indah untukku sampai pada hatiku
terpikat olehmu.Asmara yang terajut bagaikan sinyal operator berjalan
putus`nyambung`putus`nyambung` lalu kini putus kembali.
Melihatmu ditiap galeriku seakan kamu masih kumiliki bersama
bayangan disaat kita jalan bersama,saling canda tawa,kamu datang hanya dengan
suara melodi disaat sunyi malam,kita banyak bincang suka cita cerita,dan yang
paling mengesankan dijiwa ini adalah disaat kamu minta hati ini untuk kembali.
Kau membujukku hingga seperjuanganmu tanpa melihat rasa malumu ditengah
keramaian. Karena keinginanmu untuk menjalin secara serius dan setia menungguku
sampai aku siap untuk kau pinang. Sampai dulupun kau pernah katakan
impian-impian bersamaku hingga menjadi pasangan suci dan tak terlepas sampai
nanti kita waktunya untuk kembali,dan dirumah kita “surga firdaus”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan baik dan bijak. Terimakasih :-)