Rabu, 18 Maret 2015

"Mantan" .

Asmara Nepi Asa

Jalinan asmara yang berjalan dari waktu ke waktu dengan berbalut kasih sayang.Kau pujangga hati yang baru saja meninggalkan relung hati ini.
Ciku ..?? sayang..? Kemana sapamu yang dulu kala selalu terucap untukku? Betapa hebatnnya kau terkenang dibenakku.Kau yang selalu khawatir padaku,bertanya kesana kemari untuk mengetahui keadaanku saat kamu tak bisa melihatku.
 Tidak hanya sedetik,semenit diri ini bersamamu.Namun cukup lama kau mengisahkan cerita hingga kini tinggalah kenangan yang terbingkai oleh jiwaku. Banyak rintangan yang menerpa kita.Namun ku ingat kau yang senantiasa untuk mau mengalah demi mendapatkan kesetiaanku.
Tidak bisa kupungkiri sulitnya melupakan kenangan-kenangan kita.Dari awal kita kenal hingga kamu menaruh rasa indah untukku sampai pada hatiku terpikat olehmu.Asmara yang terajut bagaikan sinyal operator berjalan putus`nyambung`putus`nyambung` lalu kini putus kembali.
Melihatmu ditiap galeriku seakan kamu masih kumiliki bersama bayangan disaat kita jalan bersama,saling canda tawa,kamu datang hanya dengan suara melodi disaat sunyi malam,kita banyak bincang suka cita cerita,dan yang paling mengesankan dijiwa ini adalah disaat kamu minta hati ini untuk kembali. Kau membujukku hingga seperjuanganmu tanpa melihat rasa malumu ditengah keramaian. Karena keinginanmu untuk menjalin secara serius dan setia menungguku sampai aku siap untuk kau pinang. Sampai dulupun kau pernah katakan impian-impian bersamaku hingga menjadi pasangan suci dan tak terlepas sampai nanti kita waktunya untuk kembali,dan dirumah kita “surga firdaus”.
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik dan bijak. Terimakasih :-)