Sabtu, 20 September 2014

puisi "KAIN TIPIS KAUM HAWA"

KAIN TIPIS KAUM HAWA
Karya : Maulia Indah Eka Aryanti
Berparaskan tubuh elok
Dengan berwarna helai rajutan
Berjalan dibawa olehnya
mengindahkan yang tak pantas
                        Dipandang liar kaum adam
                        Mencetuskan hasrat menggoda
                        Tak mendengar nasihat tetua
                         Aturan diabaikan begitu saja
Telah tertera ancaman kitab suci
Tutuplah rapat sampai jari jari
Menghiasi dengan taqwamu
Kenapa kau langgar
                         Dengarkanlah patuhilah
                         Sampai kamu mengetahui jalan
                         Jalan yang diridhoi Tuhan
                        Bersama sama menuju janah


Selasa, 16 September 2014

puisi "BELUM SAATNYA"

Belum saatnya
Karena keadaan itu 
Paksakanmu untuk menuju
Sempitnya pilihan
Kau rebahkan sandiwara
   Tak kau berikan tanda
   Andaikan kita tahu
   Tetap kau jelih menutupi
   Tetap tak terbaca kami
Kau belum pantas
auramu yang mungil
Namun terburu bara
Olehnya anugerah
   Baru sebentar kita ukir
   Belum ke titik
   Tak ada pesan
   langkahmu terakhir meninggalkan
Didalam memori rapat rapat
Tersimpan oleh kita
Senin harimu terakhir
jejak kakimu menepak

  
  

Minggu, 14 September 2014

puisi "BANDINGNYA KAMU DENGAN DIA"



Bandingnya Kamu Dengan Dia

Karya : Maulia Indah Eka Aryanti
 
Setia kamu tetap bertahan
Demi cinta nan kasih tulus
Banyak gelombang untuk kisah kita
Hingga kering air mata
                insan yang hadir
                Mengisi relung hati ini
                Keakrapan dibuatnya
                Lewat canda dan rangkaian kata
Kamu kamu membawa senjata
Sampai mati kau ucapkan
Tak sepatah kata dariku
Atas nama cinta meyakinkan
                Kala kamu menghilang
                Hati diisi oleh hiburannya
                Sapaannya yang merajut
                Membuatku bimbang
Jawara asmara
Kamu memilikinya
Bukan segalanya hanya kamu
Kalian penting dihidupku

Puisi "BAGAIMANA KABARMU SI KECIL"



Bagaimana Kabarmu si kecil

Karya : Maulia Indah Eka Aryanti
 
Tak terdengar jeritan candamu
Tawamu yang lebar
Ingat kau masih terbayang
Hanya terlihat kosong di bangku
                Tengoklah rumahmu angakasa
                Menanti keramaianmu
                Sejuknya udara dalam angan
                Kau sembunyikan hatimu
Kemana sapamu
Dibelakang selalu bertanya
Kamu kamu kawan
Kembalilah menanti kenangan
                 Bertanya dari sumber dekatmu
                Tiada respon olehnya
                Bertanya tanya kembali bertanya
                Namun terkunci rahasia  
               

Puisi "KASMARAN"

Kasmaran


Karya : Maulia Indah Eka Aryanti

 

Hati berdegup membacanya berulang
Suara indah tersampaikan
Tersenyum mengingatmu 
Tersipu malu malu
      Saat waktu menemukan 
      Berjalan terlalu cepat
      Hingga tak ingin lepas
      Masa penuh warna 
Berharap untuk selamanya
Hingga tuhan memisahkan
Cinta kita sama
sekarang untuk selamanya

Puisi "IMPIAN"

Impian


Karya : Maulia Indah Eka Aryanti



Ditanya kemana kau tuju
Ku akan terus berjalan
Akan memetik buih
Karna Pendirianku

      Tiada hal mustahil
      Tunjukan angan mulia
      Dunia melihatmu
      Kesungguhan diiringi air mata

Campakan berbisik 
Tanpa keluh tetap bertahan
Berpaparkan kunci
Terbuka oleh niat

      Tanpa takut kegagalan
      Mencoba dan kembali bangkit
     Di pangku sayatnya basah pipi
      Beri senyuman
     

Puisi "Siapa Aku"

Siapa Aku

Karya : Maulia Indah Eka Aryanti

 

Terlihat tersenyum lepas
Tanpa pojok sudut mulutnya
pandai bersandiwara di belakang
Sulit untuk menebaknya
        
        Insan yang peka
        kesensitifan tak tertinggal
        Namun jangan kau sungkan
        Olehnya kau berbahak tawa

Mudah layu oleh cakap 
Menyusun kata demi kata
Di tempat tersembunyi
Melukiskan keadaan

Cerpen "Kisah Wirausahawan"

 
Tangan Kosong Berbuah limpah

   Tak kala impian yang tercipta oleh seseorang, segala cara untuk menggapainya mana itu keras namun itu lebih pantas dan halal dimatanya. Bapak Nursen namanya yang menjadi tokoh desa hanya berprofesi sebagai pengepul krupuk untuk dijual kepada orang .Bapak kepala tiga ini selalu menggerakkan tubuhnya kala tiada kesibukan . Pagi,siang,sore, hingga senja pak Nursen akan selalu berusaha memberikan hasil dari tangan untuk keluarganya.Ketika suatu hari lamunan pak Nuren mengarah pada anaknya yang berkata untuk ingin melanjutkan sekolah ke salah satu universitas hukum. Mendengar itu, pak Nursen hanya mampu melihat akan keadaan . Mengingat hanya berprofesi sedemikian rupa,pak Nursen merasa bingung ketika menjawap keinginan anaknya itu. Namun,bukan Pak Nursen namanya jika seandainya memupuskan harapan mulia dari putri sulungnya tersebut. Kian hari kian waktu Miea putri sulung Pak Nursen yang kini duduk di bangku SMA menjadi buah pemikiran hari-hari Pak Nursen, Pak Nursen yang tidak ingin membuat putrinya kecewa,kini iya mulai berfikir untuk mengembangkan usahanya. Berawal dari nol atas hasil usahanya,Pak Nursen mencoba mengembangkan usahanya yang awal mula hanya pengepul,kini berkeinginan untuk membuat krupuk dari hasil produksinya sendiri. Ketika senja tiba,Pak Nursen berfikir untuk menambah dana untuk mengembangkan usahanya itu. Bersama istrinya Pak Nursen bertanya,kemudian Bu Awi yang selama ini selalu mendukung pekerjaan suaminya itu memperbolehkan atas apa yang diinginkan suaminya.Setelah mendapat restu dari istrinya,Pak Nursen mewujudkannya,bersama salah satu Bank swasta yang sering ia jumpai. Bermodal dengan dana yang tercukupi dari Bank "D" Pak Nursen memulai usaha yang akan dikembangkan itu bersama istrinya. Kini Pak Nursen tidak hanya memproduksi krupuk dan di jual dirumah,namun lambat laun Pak Nursen mencoba menjualnya ke luar kota. Seperti di Solo,Tegal
,Banjarnegara,Magelang,Bandung. Keberhasilan tersebut tidak lain juga atas semangat keluarga dan dukungan dari istrinya yang selalu ada di belakang jerih payah Pak Nursen. Waktu yang selalu berjalan usaha Pak Nursen yang digelutinya menjuang jadi. Pak Nursen bersama istrinya sangat mensyukuri kelancaran dalam perjuangannya. Kini Pak Nursen tidak hanya berhenti sampai di sini. Ia akan mengebarkan sayapnya kepada anak dan tetangga di sekelilingnya untuk membagi keberhasilannya selama ini .Tetapi belum lama oven di gerakkan ,dibiarkan saja dan memilih untuk menunggu musim kemarau. Pilihan yang kurang spesifik pasangan ini dalam usahanya, dan sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya sedikit berbeda. Mesin-mesin yang tiap hari digerakkan oleh pekerjanya,kini hanya terdiam.
   Mengingat pinjaman yang belum bisa ditutup oleh Pak Nursen,membuatnya khwatir untuk bunga yang dikenakannya. Miea yang kini sudah selesai ujian dan husni anak kedua yang akan pergi ke Jakarta mengikuti rekreasi yang diadakan sekolahnya,mengharusnkan Pak Nursen untuk melanjutkan tugasnya sebagai pemenuh kebutuhan. Dengan dorongan sang istri Pak Nursen kembali bangkit untuk menggerakkan tubuhnya.
   Berjalan dengan pelan sambil menunggu musim kembali bersahabat Pak Nursen mencoba menjadi profesi sopir sebagai kerja sampingannya. Waktu trus berjalan,mengitari nuansa layu, bu Awi sering merasakan kesepian atas Pak Nursen yang berprofesi sebagai sopir yang sudah 3 hari belum pulang. Namun kepercayaan selalu ada untuk suaminya. Dari layang suara bu Awi saling bersapa dengan Pak Nursen. Pernah beberapa hari Pak Nursen tiada kabar,padahal Miea sering menanyakan kemana ia harus melanjutkan sekolah. Hal tersebut mencengangkan hati Bu Awi,rasa panik yang membara dihati. Fikiran yang menggebu-gebu,kekhawatiran yang tiada tara. Bu Awi hanya bisa pasrah dengan bagaimana keaadaan suaminya. Lantunan do'a yang di sampaikan untuk suaminya tiada henti.
   Suatu hari dimalam yang begitu cerah dihiasi bintang berkedip yang menemani kekosongan dan kesedihan Bu Awi tersampaikan salam dari suara yang sangat ditunggu tunggu oleh Bu Awi .Ternnyata Pak Nursen menghilang tanpa kabar datang dan memeluk erat Bu Awi. Mengalirlah air mata Bu Awi dan Pak Nursen. Bu Awi yang tak tahan dengan kejadian yang menimpanya hingga tak sepatah kata keluar dari mulutnya. Rasa haru yang mendalam dan kerinduannya Bu Awi terhadap suaminya . Untuk menceritakan semua yang terjadi, Pak Nursen memanggil anak-anaknya yang telah tertidur pulas. Miea,husni,dan Rizky serta Bu Awi tak bisa menahan pilunya ditinggalkan oleh orang yang mereka sangat sayangi .
   Di ruang keluarga mereka berkumpul dan Pak Nursen menceritakan semua yang terjadi bahwa mengapa ia menghilang tanpa sebab yaitu karena Hp-nya hilang dan Pak Nursen tidak menghafal satupun nomor keluarganya. Setelah itu , Pak Nursen saat akan kembali pulang kerumah  ketika dijalan ia menemukan seorang Nenek-Nenek yang mirip dengan ibunya di bawah pohon dan terlihat sedih. Lalu Pak Nursen menghampirinya dan duduk bersamanya. Setelah banyak sesi pembicaraan panjang Sang Nenek kepada Pak Nursen ,nenek tersebut berkeinginan untuk tinggal bersamanya. Pak Nursen memperbolehkan dan senang hati. Lalu di tengah tengah perjalanan sang nenek menyuruh berhenti dan menyampaikan pada Pak Nursen terimakasih dan memberikan surat wasiat kepadanya. Pak Nursen bingung atas kejadian terseut. Sempat Pak Nursen menolak pemberian dari Nenek itu,namun sang nenek memaksakan dan berkata " Kamu sangat membutuhkan Nak ,dan terimalah" kemudian sang Nenek minta untuk ditinggalkan dan menyuruh Pak Nursen untuk segera pulang. Begitu cerita Pak Nursen kepada istrinya. Bu Awi yang telah mempercayai Pak Nursen hanya termenung dan lemas. Malam kian larut Pak Nursen beranjak ke kamar untuk tidur di kasur yang cukup lama ditinggalkan.
   Ayam mulai berkokok dan sinar pagi mulai menyapa. Pak Nursen dan keluarganya telah terbangun. Pak Nursen mulai menengok mesin mesin yang telah beberapa  hari terdiam dan kemudian dibersihkan olehnya. Tiba-tiba pihak dari Bank "D" yang beberapa hari tertunggak oleh Pak Nursen kembali meminta pelunasan atas pinjamannya. Pak Nursen yang menyadari untuk membayar kewajibannya secara tepat waktu. Lalu ia terfikirkan atas pesan terakhir dari nenek tersebut bahwa wasiat yang diberikan sangat dibutuhkan olehnya. Akan hal itu Pak Nursen menembus hutang-hutangnya dengan pemberian nenek  itu. Mengetahui wasiat yang mempunyai nilai tinggi Pak Nursen mendapatkan sisa uang dari Bank "D" lalu ia memulai untuk mengatifkan usahanya yang sepekan terdiam. Selain itu Pak Nursen mempergunakan pemberian sang Nenek untuk menyekolahkan Miea anaknya yang mendftar di salah satu universitas hukum.
   Usaha kembali berjalan lancar,Pak Nursen kembali memeras keringatnya untuk keinginannya menyandang pengusaha yang sukses. Lengkapnya dukungan dan do'a dari sang istri soleha Pak Nusen menemukan kebahagiaan yang utuh dan selalu mensyukuri tiap-tiap langkah perjalanannya yang berliku-liku.

Jumat, 12 September 2014

Menjemput Bahagia

Lamunan di kala senja,terfikirkan akan keesokan hari . Dimana sejatiku.. ,mempelajari tentang hidup,hidup yang indah dan melukiskan kebahagiaan. Berjuta angan,beribu keinginan tercipta olehku. Canda tawa kala bersama sahabat mewarnai dunia. Bersandiwara untuk menyimpan rasa dan keadaan dimana itu pilu. Mendengarkan lagu bersama bayangan bayangan yang pernah terjadi . Jangan bimbang,jangan takut,jangan kecewa,jangan berdusta dan jangan menyerah.. sorak dari hati berbicara demikian. Mengapa kadang harus tidak bisa menerima. Jangan tunda keinginan hanya untuk orang yang tidak pasti. Katakan padanya aku sedang berjalan untuk tujuan.

Rabu, 10 September 2014

Cerpen " Angsa Cantik"

Angsa Cantik

   Terlahir seorang anak putri sulung yang sangat disayang oleh neneknya. Berbalut kasih yang begitu mendalam hingga kemanapun sang nenek akan pergi selalu dipangkuannya. Mengingat impian yang sejak lama untuk mempunyai seorang anak perempuan,kini baru terwujud dari pernikahan putra bungsunya Yanto yang memperistri gadis cantik di desanya, dia bernama Kina.
   Sepulang dari nenek berjualan, nasib tak bertanda menghantam nenek yang saat menyebrang di jalan raya. Keduanya terlempar berjauhan. Akibatnya kini sang Nenek kritis dan dinyatakan terkena strukoleh Dokter. Pasca terjadinya kecelakaan kini sang Nenek hanya bisa berbaring di tempat tidur, namun tak lupa dengan peri kecilnya ia dekap. Tiada luka oleh cucunya,banyak orang mengira anak tersebut "Ajaib", ada pula yang mengatakan kejadian itu "Mukjizat".
   Hari-hari berlalu masa senja sang Nenek kian berangsur. Mimpi dari sang istri putra bungsunya menjadi petunjuk. Hembusan nafas terakhir saat bersama peri kecilnya menjadi masa akhirnya. Tangis duka menyelimuti Yanto dan Kina.Tersimpan cincin tua bernilai tinggi,dan emas batangan menjadi wasiat untuk masa depan Miea si peri kecilnya.
   Duka berlalu, pesan menjadi teguran untuk pasangan ini agar menjaga peri kecil ibunya. Besar Miea terlahir seperti julukan neneknya. Miea sangat anggun,periang,patuh dan juga cerdas. Namun ada juga rintangan bagi bapak dan ibunya .Setiap beberapa hari Miea selalu menanyakan "Angsa Cantik"milik Neneknya itu. Padahal anak ini ditinggalkan oleh Neneknya kala ia masih balita dan hal tersebut tak ternalar oleh kedua orang tuanya.
   17 tahun peri kecil dewasa,dan bercerita kepada kedua orang tuanya "Ayah,ibu... Kenapa Angsa Cantik tidak pernah kutemui ketika aku ingin melihatnya"? Kemudian ayahnya menjawab " Nak,Angsa Cantik itu siapa sih,kenapa kamu selalu menanyakannya?" "Begini pak,buk.Sebenarnya saya itu sering bermimpi bersama Angsa yang cantik sekali,diatas kepalanya terdapat cincin yang bersinar dan Angsa itu selalu muncul ketika saya tidur di kamar yang sekarang ditempati sama bibi. " jawab Miea. Lalu ibu menjawab "Yang benar nak? jangan ngomong aneh-aneh ibu jadi takut." kemudian Yanto berbisik dengan Kina istrinya "Bu,bagaimana jika nanti malam kita coba tidur di kamar itu" dan ibu menyangupinya.
   Malampun tiba,Miea si peri kecil Neneknya telah tertidur pulas. Yanto bersama istrinya meranjak menuju ke kronologis cerita impi putrinya itu. Dengan sekelumit pertanyaan yang menggebu di dalam hati pasangan ini,berharap semua kan terjawb. Dan dikeesokan harinya Yanto dan Kina saling mengadu mimpi semalamnya bahwa ibunya yang kini telah tiada,namun kasih sayang terhadap peri kecilnya tak mengenal waktu walaupun berbeda alam.

Rabu, 03 September 2014

Hati Berbicara

ketika rasa ini semakin mendalam dirasa, mempertahankan dengan penuh perjuangan dan ketulusan. Tanpa kusadari terkadang waktuku  hanya tersita sia karena bayangmu yang kadang muncul secara tiba tiba di benakku. Mungkinkah ini rinduku padamu yang tlah lama ta' saling menyapa. Lamunan sering tertuju padamu,memikirkanmu adalah caraku untuk menunjukkan kepedulianku terhadapmu yang mana kita saling mengingatkan hingga saling melengkapi di antara kita.